Posted by rad12 - - 0 komentar

Photoshop.
Hal yang menurut kebanyakn orang mungkin hal mudah dan tidak menantang, karena cuma ngedit foto doang.
Yupz, cuma ngedit foto atau gambar. Bagiku itu sangat menyenangkan.
Buat musisi, menciptakan lagu adalah kepuasan, begitupun aku, ada hasil dalam penjelajahan photoshop memiliki kepuasan terrsendiri. Tidak selalu tentang hasil yang bagus, tapi lebih ke hasil yang kita sukai, yang dikerjakan dengan imajinasi bukan tekanan.
Ada crop untuk memotong gambar. gradien untuk gradasi warna. Select tool, dan "persenjataan" lainya. Dan ini SENI menurutku.
Seni itu bebas (Tapi sopan..haha...).
Kita bisa berkreasi dengan apa saja, dimana saja, asalkan kita mau mengarahkan imajinasi ke arah yang tepat. Jangan selalu berpikiran art itu harus terkenal, tampil di tivi, ikut audisi, dan akhirnya jadi artis gosip. Yupz, itu sah-sah saja, karena hidup adalah pilihan.
Namun, jangan terpancing untuk menyelam dalam mimpi orang lain. Kembangkan sendiri mimpimu, jadikan nyata. (rad12)
[ Read More ]

Posted by rad12 - - 0 komentar

Minggu-minggu terakhir ini rasanya tak ada yg lebih mengenyahkan sinetron selain siaran langsung Piala AFF untuk rakyat Indonesia. Pesta rakyat, pesta rakyat yang sebenarnya. Bukan pesta rakyat gadungan yang diselenggarakan tiap 5 tahun sekali untuk memilih wakil rakyat yang konon katanya mewakili aspirasi rakyat. Dan bertugas "memanfaatkan" uang rakyat dengan "baik".

Kita lupakan saja mereka, lebih menyenangkan membahas Timnas Indonesia yang berlaga di AFF 2010. Dengan penuh kesetiaan rela tersungkur, bahkan berdarah demi Tanah Air, demi Indonesia, untuk mempertahankan lambang Garuda yang permanen terpatri di dada para pemain, pun pendukung.
Menyenangkan melihat senayan kembali semarak. Lengkap dengan teriakan "irfan.,,," atau "gonzaleees....". Tapi kita harus fair, tidak hanya mereka berdua yang berjuang.
Alihkan pandanganmu sedikit ke sisi kiri lapangan. Sudah tampak? ya, ada okto yang selalu berlari, mengumpan kadang mengarah langsung ke gawang. Sedikit ke belakang ada Nasuha yang rela darahnya menetes, darah Garuda!
Di tengah ada Firman dan Bustomi yang menyeimbangkan kepakan sayap Garuda. Siap mengumpan buat Ridwan ataupun Zulkifli di kanan. Tangguhnya Maman dan Hamka juga sangat pantas berada di depan Markus. Secara teknis sangat menjanjikan dengan Strategi Riedl dan staffnya. Juga pemain pengganti yang selalu sigap saat dimainkan.
Tapi, lihatlah keadaan di luar lapangan. interfensi media dan beberapa pihak yang bisa menurunkan kualitas pemain. Dan berita-berita yang terlalu berlebihan. Biarlah mereka menang dengan cara mereka sendiri. Jangan paksa mereka menuruti beberapa pihak yang tidak berkepentingan dengan sepak bola. Tanggalkan urusan politik. Jangan manfaatkan momen ini untuk merobek saku rakyat yang dengan tulus membeli tiket dan berbagai apparel.(rad12)


[via]
[ Read More ]

Posted by rad12 - - 0 komentar

"Marfu'ah baru saja diomelin emaknya gara-gara berkata jujur, pulang telat karena habis main di mall. Coba kalau dia mengatakan "kerja kelompok", pasti bebas dari amuk massa keluarganya."

Mungkin itu sedikit contoh dari presentasi judul diatas. Di sekitar, kita lihat saja teman-temanmu, orang yang berkata jujur dan sebenarnya justru diolok-olok. Tapi mereka yang pandai memanipulasi otak orang lain, dengan bangganya memuntahkan bualan emas dari mulut busuknya, merekalah yang akhirnya duduk di atas kepala kejujuran. Tidak seperti di film spiderman atau Saras 008 yang menceritakan jagoan pasti akan selalu menang. Cermati saja kasus terkini, Gayus, kapan dia diadili? Siapa saja yang terlibat? Dari mana dia mendapat perlindungan selama ini? Tidak ada yang tahu. Tapi saksi-saksi justru hilang entah terbawa angin ribut, atau mungkin tenggelam dalam lahar dingin merapi.

Berharaplah ada penghargaan khusus buat orang yang berkata sebenarnya, bukan berupa hadiah uang dan mobil xenia. Tapi lebih pada ketenangan hati. Jangan suruh orang lain, tapi beri contoh pada orang lain.
[ Read More ]

Posted by rad12 - - 0 komentar

Oemar Bakri, guru sederhana yang bersahaja. Namun saat ini kesederhanaanya apakah bisa dikatakan "salah"?
Tidak, bukan Oemar Bakri, atau guru-guru yang lain. Tp persepsi segelintir oranglah yang sangat salah.
Guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Dari mereka muncul presiden, pengacara, pilot. Tapi dari mereka juga muncul koruptor. Tapi sekali lagi bukan sumber ilmu yang salah, yang menerapkan ilmu yang kelewatan.

Mungkin jika dilihat dari nilai profit, guru harusnya memiliki penghasilan terbanyak di negeri ini, bahkan di muka bumi. Ada yang menyangkal jika di sekolah guru mengajarkan kita mengenal huruf "A"? Apakah ada yang tidak diajari !+1=2?
Tapi apa yang mereka dapat dari hasil kesabaran, ketulusan, dan keteladanan mereka? Tanya saja guru-guru kita. Upah guru honorer saja tidak lebih dari gaji perator warnet. sementara saatnya muridnya menyulut kemarahan habitatnya, tidak jarang pengajarnyadi sekolah yang disalahkan.
[ Read More ]

Posted by rad12 - - 0 komentar

Beberapa minggu lalu saya melewati suatu daerah, yang menurut saya, cukup terpencil. Tanpa diduga-duga, ban belakang motor saya bocor!
Bocor? Hal biasa kan? Menurut saya tidak biasa, karena dalam seminggu, itulah ketiga kalinya "bersua" ke tambal ban.
Setelah menuntun motor sekitar, ya mungkin 500an meter akhirnya ada tambal ban, masih sangat sederhana, tanpa compresor, hanya pompa sepeda sederhana, mungkin juga umur bapak penambal ban itu udah lebih dari 60an.


Dari sinilah ceritanya mulai menarik. udah dari jauh perut buncit ini klonengan, jadi sambil nunggu ban motor saya selesai digarap kebetulan sekali di seberang jalan ada warung kopi. Mantep nih, laper, ngopi, sambil makan tempe mendoan. Orang-orang dalam warung juga cukup ramah. Sambil ngopi, saya mencuri dengar perbincangan orang-orang di sekeliling saya : (percakapan dengan bahasa ngapak saya terjemahkan ke bahasa Indonesia)
Bapak 1  : Dari mana pak, jam segini jalan-jalan? (suasana siang hari, panas terik)
Bapak 2  : Biasa lah, cari objekan. Wah, pada jajan trus, gak abis2 ya duitnya?
Bapak 3  : hahaha...yang penting hidup tenang, gak ada utang, uang gak perlu banyak-banyak yang penting     cukup!
Bapak 1  : Berita di TV itu loh, TKI disiksa dimana-mana, kasian bener.
Bapak 2  : Iya, si wati juga katanya mau berangkat ke malaysia.
Bapak 1  : Sebenarnya gak perlu jauh-jauh, disini juga banyak pekerjaan asala mau berusaha, toh di luar negri juga ujung-ujungnya jadi babu.
Bapak 3  : Mendingan emang di kampung, biar jadi petani tp di rumah sendiri, tp koq ya pada malu yaa??(sambil lalu dan kluar dari warung)
Bapak 2  : bener tuh pak, tp tani sekarang juga susah. pupuk mahal!
Bapak 1  : Jaman saya dulu pupuk bikin sendiri, alami, jadi tanah dan air-pun tidah tercemar.
Bapak 2  : bersih ya pak, disawah aja kalau haus langsung minum dari genangan air di tanah gak bakal mati,
kalau sekarang, pikir-pikir dulu pastinya, air banyak yang beracun.
Bapak 2  : (sambil menghela nafas) yah,begitulah, kesadaran kita semakin kecil

Ada dua hal yang dapat kita ambil dari percakapn bapak-bapak uzur tadi. Pertama, negeri kita sudah kaya,hanya tinggal bagaimana kita mengolahnya. Jangan jual harga diri bangsa ini ke negeri orang. Poin yang kedua, sayangilah alam, maka alam akan melindungi kita.

[via]
[ Read More ]