"Marfu'ah baru saja diomelin emaknya gara-gara berkata jujur, pulang telat karena habis main di mall. Coba kalau dia mengatakan "kerja kelompok", pasti bebas dari amuk massa keluarganya."
Mungkin itu sedikit contoh dari presentasi judul diatas. Di sekitar, kita lihat saja teman-temanmu, orang yang berkata jujur dan sebenarnya justru diolok-olok. Tapi mereka yang pandai memanipulasi otak orang lain, dengan bangganya memuntahkan bualan emas dari mulut busuknya, merekalah yang akhirnya duduk di atas kepala kejujuran. Tidak seperti di film spiderman atau Saras 008 yang menceritakan jagoan pasti akan selalu menang. Cermati saja kasus terkini, Gayus, kapan dia diadili? Siapa saja yang terlibat? Dari mana dia mendapat perlindungan selama ini? Tidak ada yang tahu. Tapi saksi-saksi justru hilang entah terbawa angin ribut, atau mungkin tenggelam dalam lahar dingin merapi.
Berharaplah ada penghargaan khusus buat orang yang berkata sebenarnya, bukan berupa hadiah uang dan mobil xenia. Tapi lebih pada ketenangan hati. Jangan suruh orang lain, tapi beri contoh pada orang lain.
Posted by rad12
-
-
Posting Komentar