Oemar Bakri, guru sederhana yang bersahaja. Namun saat ini kesederhanaanya apakah bisa dikatakan "salah"?
Tidak, bukan Oemar Bakri, atau guru-guru yang lain. Tp persepsi segelintir oranglah yang sangat salah.
Guru, pahlawan tanpa tanda jasa. Dari mereka muncul presiden, pengacara, pilot. Tapi dari mereka juga muncul koruptor. Tapi sekali lagi bukan sumber ilmu yang salah, yang menerapkan ilmu yang kelewatan.
Mungkin jika dilihat dari nilai profit, guru harusnya memiliki penghasilan terbanyak di negeri ini, bahkan di muka bumi. Ada yang menyangkal jika di sekolah guru mengajarkan kita mengenal huruf "A"? Apakah ada yang tidak diajari !+1=2?
Tapi apa yang mereka dapat dari hasil kesabaran, ketulusan, dan keteladanan mereka? Tanya saja guru-guru kita. Upah guru honorer saja tidak lebih dari gaji perator warnet. sementara saatnya muridnya menyulut kemarahan habitatnya, tidak jarang pengajarnyadi sekolah yang disalahkan.

Posting Komentar