Posted by rad12 - -

Minggu-minggu terakhir ini rasanya tak ada yg lebih mengenyahkan sinetron selain siaran langsung Piala AFF untuk rakyat Indonesia. Pesta rakyat, pesta rakyat yang sebenarnya. Bukan pesta rakyat gadungan yang diselenggarakan tiap 5 tahun sekali untuk memilih wakil rakyat yang konon katanya mewakili aspirasi rakyat. Dan bertugas "memanfaatkan" uang rakyat dengan "baik".

Kita lupakan saja mereka, lebih menyenangkan membahas Timnas Indonesia yang berlaga di AFF 2010. Dengan penuh kesetiaan rela tersungkur, bahkan berdarah demi Tanah Air, demi Indonesia, untuk mempertahankan lambang Garuda yang permanen terpatri di dada para pemain, pun pendukung.
Menyenangkan melihat senayan kembali semarak. Lengkap dengan teriakan "irfan.,,," atau "gonzaleees....". Tapi kita harus fair, tidak hanya mereka berdua yang berjuang.
Alihkan pandanganmu sedikit ke sisi kiri lapangan. Sudah tampak? ya, ada okto yang selalu berlari, mengumpan kadang mengarah langsung ke gawang. Sedikit ke belakang ada Nasuha yang rela darahnya menetes, darah Garuda!
Di tengah ada Firman dan Bustomi yang menyeimbangkan kepakan sayap Garuda. Siap mengumpan buat Ridwan ataupun Zulkifli di kanan. Tangguhnya Maman dan Hamka juga sangat pantas berada di depan Markus. Secara teknis sangat menjanjikan dengan Strategi Riedl dan staffnya. Juga pemain pengganti yang selalu sigap saat dimainkan.
Tapi, lihatlah keadaan di luar lapangan. interfensi media dan beberapa pihak yang bisa menurunkan kualitas pemain. Dan berita-berita yang terlalu berlebihan. Biarlah mereka menang dengan cara mereka sendiri. Jangan paksa mereka menuruti beberapa pihak yang tidak berkepentingan dengan sepak bola. Tanggalkan urusan politik. Jangan manfaatkan momen ini untuk merobek saku rakyat yang dengan tulus membeli tiket dan berbagai apparel.(rad12)


[via]

Posting Komentar